Minggu, 21 Mei 2017

Berbagai Motif pada Kerajinan Bahan Keras

A. Jenis-jenis ragam hias
Jenis ragam hias yang terdapat di Nusantara antara lain ragam hias flora, fauna, figuratif, dan geometris seperti di bawah ini.

  • Ragam hias flora. Bentuk ragam hias flora dapat dijumpai pada sebagian besar daerah di Nusantara. Jenis motif ragam hias flora merupakan pengembangan dari bentuk aslinya yang diwujudkan dalam bentuksulur- suluran.
  • Ragam hias fauna. Bentuk ragam hias fauna pada umumnya mengalami perubahan bentuk atau gaya. Motif ragam hias fauna diambil dari jenis yang ada di daerah setempat sebagai ciri khasnya. Beberapa jenis fauna tersebut antara lain kupu-kupu, burung, gajah, kadal, dan ikan.
  • Ragam hias figuratif (manusia). Bentuk ragam hias figuratif pada umumnya sudah mengalami perubahan bentuk yang digayakan. Karakter dari bentuknya disesuaikan dengan tema dan tujuan tertentu seperti untuk mendapatkan keselamatan, kekuatan, dan keberkahan.
  • Ragam hias geometris. Bentuk ragam hias geometris merupakan pengembangan bentuk dasar-dasar geometris seperti lingkaran, segi tiga, segi empat, segi lima, belah ketupat dan bentuk bebas. Motif bentuk geometris dapat di buat dengan cara menggabungkan bentuk-bentuk geometris ke dalam satu motif ragam hias.

B. Pola ragam hias
Pola ragam hias adalah hasil susunan dari suatu aturan tertentu dalam bentuk dan komposisi tertentu. Penempatan pola ragam hias tergantung dari tujuan. Beberapa bentuk pola ragam hias tersebut dapat berupa pola ragam hias tepi, memojok, memusat, bidang beraturan, komposisi, dan pengulangan.

  • Pola Simetris. Pola simetris terbentuk dari susunan motif-motif ragam hias yang memiliki keseimbangan dan bentuk yang sama dalam susunannya.
  • Pola a-simetris. Pola A-simetris terbentuk dari komposisi yang tidak berimbang namun masih terlihat proporsi, komposisi dan kesatuan yang harmoni.
  • Pola ragam hias tepi. Pola ragam hias tepi bentuknya berupa pengulangan dari bentuk sebelumnya dan digunakan untuk menghias bagian tepi pada bahan tertentu.
  • Pola ragam hias menyudut. Pola ragam hias menyudut membentuk pola segi tiga dan umumnya memiliki bentuk ragam hias yang berbeda dan disesuaikan dengan bentuk ragam hias yang sudah ada
  • Pola ragam hias gabungan. Pola ragam hias memusat bentuk coraknya berdiri sendiri. Pola ragam hias ini gabungan dari beberapa ragam hias dan membentuk ragam hias baru.
  • Pola ragam hias beraturan. Pola ragam hias beraturan terbentuk dari bidang dan corak yang sama. Susunan polanya merupakan pengulangan dari bentuk sebelumnya dengan ukuran yang sama.
  • Pola ragam hias tidak beraturan. Pola ragam hias tidak beraturan merupakan sebaran dari beberapa motif yang berbeda dan tidak mengikuti pola proporsi dan komposisi yang seimbang.

C. Alat dan bahan
Alat yang digunakan bisa menggunakan ukuran berbeda tergantung dari besar kecilnya ragam hias yang digunakan.
  • Pahat. Pahat memiliki mata bentuk lurus dan melengkung. Pahat digunakan untuk membuat torehan atau pahatan pada media kayu atau batu.
  • Palu kayu. Palu digunakan untuk memukul pahat yang sudah diberi sketsa ragam hias. Proses pemukulannya disesuaikan dengan kedalaman ukiran yang akan dibuat.
  • Kuas. Kuas digunakan untuk pemberian warna pada media kayu, batu, keramik, dan logam.
  • Politur. Politur adalah pelapis dengan warna natural yang penggunaanya dilakukan dengan kuas maupun di semprot.
  • Cat kayu/besi. Cat digunakan untuk memberi efek warna dari ragam hias yang dibuat. Cat kayu/besi dapat bertahan lama dan ragam hias akan lebih indah dan menarik.

Bahan :
  • Kayu/papan. Media kayu atau papan dapat berupa kayu papan atau batangan.
  • Batu. Berbagai macam batu dapat digunakan sebagai media untuk menggambar ragam hias. Pilihlah batu yang memiliki permukaan rata agar lebih mudah mengaplikasikan ragam hias.

Fungsi, Unsur Estetika dan Ergonomis pada Kerajinan Bahan Keras

Setelah kalian tau apa saja produk dari Bahan Keras. Sekarang aku akan menjelaskan tentang fungsi dan nilai-nilai dari kerajinan tersebut :) 

yuk, mulai..

 

 

1. Fungsi Produk Kerajinan dari Bahan Keras
    Pada materi kerajinan dari bahan lunak sudah dibahas
    tentang fungsi produk kerajinan. Kamu diharapkan
    dapat mengeksplorasi fungsi produk kerajinan tersebut
    ditinjau dari bahannya. Seperti pada produk kerajinan
    dari bahan lunak, produk kerajinan dari bahan keras
    juga memiliki fungsi sebagai berikut.

    a. Benda pakai, adalah karya kerajinan yang diciptakan
    mengutamakan fungsinya. Unsur keindahannya
    hanyalah sebagai pendukung.

    b. Benda hias, adalah karya kerajinan yang dibuat
    sebagai benda pajangan atau hiasan. Jenis ini lebih
    menonjolkan aspek keindahan daripada aspek
    kegunaan atau segi fungsinya

     Sumber: Dokumen Kemdikbud

    2. Unsur Estetika dan Ergonomis Produk Kerajinan
    dari Bahan Keras

    Unsur estetika adalah nilai-nilai estetis yang menyertai sebuah karya seni. Pengertian unsur estetika sering kita kenal dengan istilah keindahan.  Keindahan juga diartikan sebagai pengalaman estetis yang diperolah ketika seseorang mencerap objek seni atau dapat pula dipahami sebagai sebuah objek yang memiliki unsur keindahan.  Nilai-nilai keindahan (estetik) atau keunikan karya seni memiliki 4 prinsip yaitu : 

    • kesatuan (unity), 
    • keselarasan (harmoni), 
    • keseimbangan (balance), dan 
    • kontras (contrast) sehingga menimbulkan perasaan haru, nyaman, bahagia, nikmat, agung, ataupun rasa senang.
    Pengertian Unsur Ergonomis

    Pengertian unsur ergonomis pada produk kerajinan aspek fungsi menepati porsi utama atau karya kerajinan selalu dikaitkan dengan aspek fungsi atau kegunaan. Maka karya kerajinan harus mempunyai nilai ergonomis.  Adapun unsur ergonomis karya kerajinan adalah sebagai berikut :
    1. Keamanan (security) adalah jaminan tentang keamanan orang menggunakan produk kerajinan tersebut. Setiap produk kerajinan tidak semuanya aman digunakan. Maka dari itu sebelum kita membeli suatu kerajinan kita harus memilih-milih produk kerajinan yang aman dan efisien untuk digunakan, serta kerajinan tersebut tidak gampang rusak.
    2. Kenyamanan (comfortable) adalah kenyamanan apabila produk kerajinan tersebut digunakan. Barang yang enak digunakan disebut barang terap. Produk kerajinan terapan adalah produk kerajinan yang memiliki nilai praktis yang tinggi.
    3. Keluwesan (flexibility) adalah keluwesan penggunaan. Produk kerajinan adalah produk terap atau pakai, yaitu produk kerajinan yang wujudnya sesuai dengan kegunaan atau terapannya. Produk kerajinan terap atau pakai dipersyaratkan memberi kemudahan dan keluwesan penggunaan agar pemakai tidak mengalami kesulitan dalam penggunaanya.